Selamat Datang di Blog Kami KKN UMSIDA 2014 KELOMPOK 16

Entri Populer

Rabu, 27 Agustus 2014

Halal Bihalal dan Kunjungan DPL

Minggu 10 Agustus 2014

Kunjungan Halal Bihalal ke rumah Pak Lurah dan rumah pengurus TPQ AL HIKMAH / PAUD MAWADDAH


Hari Minggu ini kami direncanakan akan dikunjungi oleh Dosen Pembimbing Lapangan kami Bu Luluk Fauziah. Untuk itu kami pun berkumpul di posko balai desa Wunut sambil melakukan aktivitas seperti biasanya. Sambil menunggu kedatangan beliau, kami pun berinisiatif berkunjung ke rumah Bapak Lurah, Bapak Isman dan Bu Haning untuk sowan dan Halal Bihalal karena masih dalam suasana hari raya. Ibu Haning dan Bapak Isman adalah pengurus TPQ/Madin Al Hikmah yang ruang kelasnya kami tempati untuk pengajaran LBB pada malam hari. Selain sowan juga kami mendiskusikan beberapa hal berkaitan program-program KKN kami.




Kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan Bu Luluk Fauziah ke Posko Balai Desa Wunut.
Sementara itu ternyata kedatangan Bu Luluk Fauziah lebih sore dari yang diperkirakan. Tepat setelah maghrib beliau tiba di posko balai desa. Beliau dan kami pun berdiskusi mengenai kelancaran dan sejauh mana program KKN kami kelompok 16 berjalan. Setelah mendengar paparan kami, beliau kemudian menyarankan kepada kami untuk ke depan mengadakan proker selain proker utama LBB, tepatnya program K2 yang intinya dapat bermanfaat dan memberdayakan bagi masyarakat sekitar. Di akhir, beliau lalu berpesan untuk selalu kompak. Beliau berujar apabila terjadi masalah, seyogyanya dibicarakan di internal terlebih dulu. 





Setelah beliau pulang, kami pun mengadakan rapat antar anggota membahas saran beliau mengenai program K2 tadi. Setelah berembug dan bermusyawarah, untuk sementara kami pun mendata list pelatihan yang memungkinkan untuk kami adakan, diantaranya: Kerajinan Bros, Tutorial Hijab, Merias, Pembuatan Abon Lele & Bandeng,  Keripik ontong, Keripik kulit pisang. Kami merencanakan mendata pelatihan tersebut yang mana memungkinkan untuk nantinya dapat ditawarkan kepada warga desa, dengan konsultasi terlebih dahulu kepada Mbak haning dan Ketua Muslimat sebagai perwakilan golongan penduduk perempuan desa Wunut.

Selasa, 26 Agustus 2014

Tentang Pendidikan Luar Sekolah (PLS)



 

Saat Materi pembekalan KKN minggu ke dua oleh Pak Hamzah di aula lantai 3 Umsida beliau bertanya kepada kami kira-kira begini,  “Kenapa di KKN ini kalian memilih bidang pendidikan?”; Sejenak kami terdiam merenung. Lalu diantara audience muncul jawaban yang diamini kemudian oleh Pak Hamzah. Kenapa pendidikan? Karena pendidikan adalah bidang yang paling berkaitan dengan jurusan apapun untuk kita mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Itu jugalah sebagian besar alasan kami memilih program bidang pendidikan luar sekolah.
Tapi berbicara tentang pendidikan luar sekolah, apa sebenarnya pendidikan luar sekolah itu? Jika mengambil definisi menurut Marzuki (2010: 93) pada bukunya Pendidikan Nonformal Dimensi dalam Keaksaraan Fungsional, Pelatihan, dan Andragogi, bahwa: “Pendidikan luar sekolah adalah semua pendidikan baik sengaja atau tidak, dirancang atau tidak, diorganisasikan atau tidak, yang berlangsung di luar sekolah dan universitas.” Salah satu kelemahan pendidikan luar sekolah adalah belum adanya keseragaman dalam pelabelan pendidikan luar sekolah, sehingga banyak orang yang sebenarnya sudah mengenal pendidikan luar sekolah tetapi bukan dengan nama pendidikan luar sekolah.
Pendidikan luar sekolah singkatnya adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan).
Pendidikan Luar Sekolah memiliki 3 karakteristik, diantaranya:
  1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C
  2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
  3. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh di dalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

Dalam kaitannya dengan Program KKN-T Posdaya Umsida bidang Pendidikan Luar Sekolah terutama kelompok 16, maka jelas karakteristik Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang kami gunakan adalah Pendidikan Luar Sekolah sebagai suplemen pendidikan sekolah berupa Lembaga Bimbingan Belajar.
Maka fokus utama program K1 kami adalah pendirian dan kaderisasi LBB karena dari survey dan pengumpulan informasi sebelumnya, desa Wunut belum memiliki Lembaga Bimbingan Belajar resmi secara organisasi milik warga, hanya memiliki banyak LBB yang didirikan perseorangan di rumah. Rencana fokus utama adalah mendirikan LBB dimana kaderisasinya berasal dari pemuda desa wunut sendiri yakni dari kalangan Karang Taruna dan PKNU. Alhamdulillah, pada survey dan pengumpulan informasi, kelompok menerima masukan dan pertimbangan dari warga yakni Bapak Isman selaku pengurus TK Al Hikmah/PAUD MAWADDAH untuk menggunakan ruangan lantai 2 gedung yang selama ini jarang digunakan untuk sebagai lokasi pengajaran LBB ke depan.


Untuk membedakan dengan LBB lain dan agar sesuai dengan karakteristik PLS dimana tidak hanya mengajarkan dan menambah pengetahuan tapi juga ketrampilan, pada program pendirian LBB kami merencanakan pengajaran ketrampilan sederhana kepada anak-anak dan kadang diselingi nobar video edukasi umum dan islami untuk menambah pengetahuan baik pengetahuan umum dan agama

PROFIL DESA WUNUT

PROFIL DESA WUNUT


Wunut adalah sebuah desa di kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Memiliki luas tanah 174,132 Ha dan berlokasi beberapa kilometer dari tanggul Lumpur Lapindo, Wunut berbatasan dengan desa Candi Pari di sebelah barat yang memiliki tempat wisata sejarah Candi Pari. Di utara diapit Desa Kali SampurnO, di selatan dengan Desa Pamotan dan di sebelah timur berdempet dengan Desa Ketapang.
Desa Wunut sendiri memiliki jaringan jalan yang tembus ke akses jalan menuju INTAKO Tanggulangin yang terkenal dengan pusat kerajinan dan tas Sidoarjo. Desa Wunut juga memiliki panorama yang tenang sekaligus ramai karena desanya yang memiliki banyak persawahan hijau tapi dikelilingi banyak pembangunan jalan tol. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan hanya memiliki satu Sekolah Dasar. 







Program KKN Kelompok 16 adalah bidang Pendidikan Luar Sekolah dengan fokus utama program K1 adalah pendirian dan kaderisasi LBB. Karena dari survey dan pengumpulan informasi sebelumnya, desa Wunut belum memiliki Lembaga Bimbingan Belajar resmi secara organisasi milik warga, hanya memiliki banyak LBB yang didirikan perseorangan di rumah. Rencana fokus utama adalah mendirikan LBB dimana kaderisasinya berasal dari pemuda desa wunut sendiri yakni dari kalangan Karang Taruna dan PKNU. Alhamdulillah, pada survey dan pembukaan KKN, kelompok menerima masukan dan pertimbangan dari warga untuk menggunakan ruangan lantai 2 TK MAWADDAH yang selama ini jarang digunakan untuk sebagai lokasi pengajaran LBB ini nantinya.